Paul Scholes: Lini Tengah Takut Bek Man United Berbuat Konyol, Makanya Minim Kreativitas!
Paul Scholes menilai Manchester United memperlihatkan permainan yang kurang kreatif lantaran lini tengah mereka terlalu condong membantu pertahanan. Sang legenda menyebut lini kedua The Red Devils bersikap konservatif.
Ole Gunna Solskjaer sekali lagi memang memainkan dua gelandang bertahan di laga kandang timnya menghadapi West Bromwich Albion, di mana duel ini mengakhiri rentetan buruk Setan Merah di Old Trafford.
Scholes meyakini, tidak masalah menempatkan dua gelandang bertahan ketika bermain tandang, dengan maksud bermain dengan skema serangan balik. Tetapi hal ini tidak boleh dilakukan ketika tampil di kandang sendiri.
Scholes menyatakan: “Lini tengah yang mereka mainkan cukup bagus ketika Anda bermain tandang. Anda harus merebut bola dari lawan dan bisa bermain dengan serangan balik saat itu juga.”
“Saya kira jika di kandang, Anda harus banyak menguasai bola. Saya menilai tidak ada kualitas di kedua pendekatan ini dari tim,” urai sang legenda.
“Apakah itu Fred dan [Nemanja] Matic, atau Fred dan [Scott] McTominay. Keduanya bagus saat diam [di area pertahanan] dan mengontrol permainan, memproteksi bek sentral, yang menjadi alasan kenapa mereka bisa tampil,” ulasnya.
“Tapi itu menghilangkan aspek menyerang tim. Saya sedikit kasihan dengan para penyerang karena mereka akhirnya membuat peluangnya sendiri,” kata Scholes lagi.
“Mereka [lini serang] punya skill bagus dan mereka mampu melakukan itu [menciptakan peluang], memberi bola kepada [Bruno] Fernandes, dia adalah pengumpan andal, [Anthony] Martial bisa melaju melewati lawan dan [Marcus] Rashford punya kecepatan super. Namun dua gelandang sentral, terutama bermain di Old Trafford, mereka harusnya berkontribusi lebih banyak untuk aspek penyerangan tim,” tandas Scholes.
Scholes menambahkan: “Masalahnya adalah kami memiliki bek-bek yang dalam keadaan satu lawan satu sangat buruk dalam bertahan. Jadi kami perlu dua pemain diam memproteksi barisan empat bek. Mestinya tidak ada alasan tidak cukup bermain di Old Trafford menghadapi West Brom dengan satu gelandang bertahan.”
“Harusnya itu [satu gelandang bertahan] sudah cukup, tapi mereka terlalu khawatir saat bek-bek sentral mereka menghadapi situasi satu lawan satu,” tegas Scholes.
Kemenangan United atas West Brom pada akhirnya ditentukan oleh sebiji gol penalti Bruno Fernandes. Penalti diberikan setelah adanya tinjauan VAR.
Hasil positif ini membuat The Red Devils naik ke posisi 13 dengan perolehan 13 poin dari delapan pertandingan Liga Primer sejauh ini.